Posted by Agenbola on Nov 26, 2014

Bandar bola online – Vietnam Benar-benar Mengerti Cara Memperlakukan lawannya

Sepakbola tak lagi sepadan pertunjukan juga aksi di lapangan hijau. Lebih daripada tersebut, sepakbola seringkali sebagai pencerahan. Sepakbola menghaturkan saya di dalam suatu negeri trendi, Vietnam. Piala AFF 2014 yang memerankan pijakannya.test1

Siap menyambut perlagaan kru nasional Indonesia secara langsung dalam negeri tetangga adalah 1 buah kehormatan. Atas sana pulalah terhampar kesempatan buat merentangkan wawasan. Pada negeri orang, kita sanggup menengok secara langsung situasi sosial, memahaminya, segera menjadikannya tolok ukur terhadap tanah air kita.

Karena datang dengan pedoman sepakbola, oleh karena itu telah sepatutnya masalah pertama yg perlu dilakukan yakni tahu dgn bingkai sepakbola. Dan signifikansi pertama yang muncul buat Vietnam yaitu warganya yg seolah tak acuh dengan perayaan bola Asia Tenggara tersebut.

Sehari sebelum laga antara Vietnam kontra Indonesia melintas, survey kecil-kecilan memapah aku di hasil yang lumayan membingungkan. Lima dr lima orang Vietnam menunjukkan tidak terlalu hirau dengan timnasnya.

Apalagi gaungnya pula tidak terlalu terasa dalam media-media lokal. Unsur yg wajar begitu berbeda dgn dalam Indonesia.

Dalam Indonesia, tidak sempat tersedia ampun untuk sepakbola. Selaku peminat, kita rasanya senantiasa berlomba-lomba mengilapkan kegilaan. Terlepas dr ikatan rasa nasionalisme bagi negara, diakui maupun enggak, ada darah panas yang meletup-letup di sejumlah masyarakat kita kalau bicara permainan ini. Sementara media bersabung kekejian menindas pada setiap sisi.

Atas suporter, senantiasa ada kisah-kisah heroik mereka yang merempuh prosesi jauh buat menolong timnya, dgn modal seadanya juga kenekatan yg sebesar-besarnya. Nonton bareng di mana-mana, penjual seragam diburu ke seluruh penjuru. Yg paling terasa yaitu terus-menerus tersedia optimisme meskipun tim nasional Indonesia gak mampu bicara penuh di level internasional tempo kurun sejumlah dekade terakhir.

Pada Vietnam, kesukaan setara ini siap dibilang tidak terasa. Faktanya, memang gak terlihat ada usaha mendirikan semangat ke arah sana. Jelang perkelahian perdana timnasnya, sekitar media Vietnam apalagi tidak secara mendalam mengupas timnya, mempertemukan calon-calon lawan, maupun menonjolkan kuantitas berita urusan turnamen tersebut. Beberapa sepadan melepaskan reaksi kecil, apalagi ada yang justru bertingkah laku condong sarkastis dgn menjadikan tema penyelarasan skor serta pertaruhan yg memang tengah ramai di sepakbola Vietnam dan mengaitkannya dgn Piala AFF.

Namun demikian dalam prosesnya, fakta-fakta ini lumayan gugur dgn sendirinya tatkala hari laga tiba. Vietnam ternyata betul-betul bersemangat dgn sepakbola. My Dinh Stadium mulanya benar2 hadir sepi, lebih dari itu sampai dengan setengah jam pra perkelahian. Akan tetapi perlahan-lahan penuh kendatipun beberapa kawasan masih kosong.

Sepanjang pertarungan mereka bukan henti-henti meneriakkan yel-yel. Pada 1 saat mereka rukun beramai-ramai menyalakan ponsel dan mengangkatnya ke udara, membangun satu buah tinjauan yg mengagumkan.

Menariknya, sekalipun mengisyaratkan fanatisme sedemikian rupa di stadion, pendukung Vietnam juga betul-betul tahu cara memperlakukan lawannya. Misal, tempo lagu Indonesia Raya hendak dikumandangkan, mereka menyambutnya dengan tepuk tangan serta tempo lagu diputar mereka benar2 memberikan ruang guna Indonesia. Tak terdapat siulan, “huu”, ataupun tindakan-tindakan lain yg sifatnya melecehkan. Begitu juga selagi lagu selesai, dgn penuh respek mereka bertepuk tangan. Sejumlah kelakuan positif lainnya pula ditunjukkan para suporter Vietnam. Bagaikan ketika si kiper mengawasi blunder yg menggagalkan keunggulan di menit ke-84. Sempat tampak rasa kaget, akan tetapi mereka segera bertepuk tangan dalam mengobarkan si pemain.

Post a Comment

Comments are closed.